Keluarga kecilku

Kamis, 23 Desember 2010

Chocolate Cupcakes


Bahan:
Cupcake:
150 g mentega
150 g gula pasir halus
3 butir telur ayam
Ayak jadi satu:
175 g tepung terigu
2 sdm cokelat bubuk
½ sdt baking powder
1 sdt vanili bubuk
Olesan:
75 ml krim segar
75 g dark cooking chocolate,potong-potong
Hiasan:
Sesuai selera

Cara membuat:

  • Cupcake: Kocok mentega dan gula hingga lembut.
  • Masukkan telur ayam satu per satu sambil kocok terus hingga lembut dan rata.
  • Masukkan campuran terigu,aduk rata.
  • Tuang ke dalam mangkuk kertas, ratakan.
  • Panggang dalam oven panas 180 C selama 30 menit hingga mengembang dan matang.
  • Angkat dan dinginkan.
  • Olesan: Didihkan krim, tuang ke dalam cokelat, aduk hingga cokelat leleh.
  • Aduk-aduk hingga kental.
  • Hiasi cupcake dengan bahan olesan dan hiasan.

Cheese Cupcakes

Dapur Usrotunaa

Bahan Cake :
125 gram mentega
1/2 sdt vanilla essens
225 gram gula pasir
2 butir telur
200 gram terigu
1 sdt baking powder
150 ml susu
35 gr cheese cream
Hiasan :
- 100 ml Whipped cream
-  2 smd Gula pasir
- Keju tabur/ keju cheddar parut

cara membuat cake :
- Panaskan oven 180 derajat celcius.
- Siapakan loyang cupcakes
- Kocok dengan mixer dengan kesepatan rendah  mentega,gula dan vanilla essense sampai lembut, masukkan telur, kocok sampai rata dan mengembang.
- Masukan cheese cream
- Masukkan tepung dan susu secara bergantian, aduk rata.
-Tuang kedalam loyang, kira-kira 2/3 dari tinggi loyang. Panggang 15-20 menit.
Cara membuat Hiasan :
- Kocok Whipped cream dan gula hingga kaku, oleskan atau semprotkan diatas cake
- Taburri dengan keju diatasnya.


Kamis, 09 Desember 2010

Tips Cara Merawat Rambut Agar Tidak Beruban

Jangan heran apabila kamu sudah ubanan walau usia kamu terbilang muda! Uban tidak hanya di alami oleh orangtua saja, akan tetapi juga seumur kita juga dapat mengalaminya.  

Apa sih penyebab Uban?

Ternyata uban disebabkan oleh banyak hal, seperti :

1. Faktor Genetik biasanya orangtua penderita uban dini membuat anak pun mempunyai peluang yang sama 


2. Tubuh yang kekurangan vitamin B
dan zat besi juga memicu tumbuhnya uban seperti penderita anemia atau kekurangan sel darah merah

3. Kurang gizi dapat membuat jumlah enzim pembentuk pigmen berkurang dan uban pun muncul tanpa permisi. Makanan cukup protein sangat diperlukan tubuh untuk membentuk enzim tersebut dan menghambat tumbuhnya uban

4. Asap rokok dan polusi menambah radikal bebas dalam tubuh

5. Salah perawatan misalnya proses pewarnaan yang kurang bagus atau kandungan kimia dalam cat rambut yang tak cocok dengan kulit kepala

6. Efek radiasi pada penderita kanker sangat memicu timbulnya uban

7. Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minuman alcohol dan begadang juga membuat rambut segera beruban.  

Cara menghilangkannya!

1. Makan makanan yang bergizi. Kamu dapat memperbaiki nutrisi tubuh dengan memperhatikan asupan makanan, mengkonsumsi cukup zat besi dan vitamin B.

2. Hindari mewarnai rambut berkali-kali karena membuat pigmen rambut mati. Sesedikit mungkin bersentuhan dengan polusi udara yang menyebabkan radiasi pada kulit. Pakai topi untuk gaya atau gunakan scraff kesayangan kamu.

3. Gunakan ramuan tradisional yang terbuat dari biji pepaya yang disangrai dan ditumbuk halus lalu dicampur dengan minyak kelapa. Oleskan ramuan ini pada seluruh rambut dan kulit kepala. Bungkus rambut dengan handuk, biarkan selama dua jam, kemudian bersihkan. Jika rutin melakukannya seminggu sekali uban pun akan lenyap dan rambut hitam kembali.

4. Hindari stress berlebihan!! Konon stress dapat memicu bertambahnya uban! Coba kamu relaksasi sejenak dan selalu berfikir positif.   




sumber :

Cara-Menghilangkan-Uban!

Kamis, 25 November 2010

Madu dan Obat batuk

        Sudah beberapa hari ini merasakan hal yang tidak enak karena pilek, hidung tersumbat, hidung meler, sakit tenggorokan, dan batuk-batuk. Aduh ga enak banget rasanya, bernafas ga enak, tidur ga enak, badan pegel-pegel dan nafsu makan berkurang. Memang di Tokyo lagi musim dingin, walau katanya belum terlalu dingin, masih berkisar 7-15 derajat Celcius. Padahal menurut saya ini sudah sangat dingin. Mungkin karena baru merasakan lebih dingin dari yang pernah dirasakan. Ya sudah hampir semiggu, suara saya serak lengkapna mah pilek dan batuk. 3 hari yang lalu saya memaksakan diri dan suami untuk beli obat flu . Sepulang dari masjid otsuka sambil berjalan kaki dari stasiun mennyusuri toko-toko udaranya kerasa sangat dingin, ya Alhamdulillah ketemu dengan toko obat. Kami pun memberli obat pilek atas saran dari apotekernya. Harga obatnya 1500 yen ya sekitar Rp.150.000,-. Sudah 2 hari saya meminum obat tersebut dengan aturan 3 kapsul 3x sehari. Tapi belum ada perubahan berarti yg saya rasakan kecuali perasaan ngantuk, kepala agak pening dan bawaannya pengen tidur.
        Tadi malam sebelum tidur saya meminum obat tersebut, jam 2 dini hari anak saya terbangun mau ke kamar kecil, saya pun ikut bangun karena rasanya pengen batuk melulu, bahkan batuk saya malah tambah parah sampai muntah2 dan tenggorokan nih gatel banget. Anak saya Ahmad juga ikut batuk-batuk, ternyata Ahmad sudah  ketularan batuk juga. Dini hari itu juga tiba-tiba kepikiran pingin search di internet untuk nyari 'Obat batuk Alami'. Setelah googling yang muncul kebanyakan menjelaskan 'Madu' adalah obat yang sangat baik untuk batuk. Saya pun langsung meminum madu  2 sendok makan dan air hangat. Alhamdulillah kami sudah sedia madu di rumah jadi tinggal minum saja. Setelah beberapa menit  batuk saya langsung berangsur-angsur berkurang dan tidak muntah-muntah lagi. Sangat merasakan bagaimana kekuatan madu dalam pengobatan. Betul-betul perubahan yang sangat drastis. Eh padahal sebelumnya abi(suami) sudah mengingatkan untuk minum madu, tapi karena bandel pengennya minum obat kimiawi yang proses kerjanya cepat. Ya hari ini Allah memberiku pelajaran besar buat saya bagaimana Allah telah menurunkan obat yang sangat mujarab buat kita dan menjelaskan bagaimana madu itu sebagai obat untuk berbagai penyakit.

Nash Al Qur’an yang secara sangat jelas mengungkap bahwa madu sebagai obat adalah ayat berikut :

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS An- Nahl: 69).

Sedangkan hadits shahih Rasulullah S.A.W yang mengungkapkan madu sebagai obat adalah sebagi berikut: Dari Ibnu Abbas R.A. dari Rasulullah S.A.W. : ”Kesembuhan dari penyakit itu dengan melakukan tiga hal : berbekam, minum madu dan dibakar dengan besi panas. Tetapi aku melarang umatku membakar dengan besi panas itu”. HR. Shahih Bukhari. Meskipun dengan ayat Al Qur’an yang jelas dan hadits yang shahih sekalipun, mungkin kita masih ragu bahwa madu lah obat bagi penyakit kita – maka hal inipun manusiawi dan Rasulullah S.A.W. pun memberikan contoh yang komplit bagi kita dengan hadits shahih berikut ini :

Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Kudri : Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah S.A.W. dan berkata, “ Saudaraku sedang mengalami sakit perut” kemudian Rasulullah, S.A.W berkata kepada laki-laki tersebut, “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali kepada Rasulullah, S.A.W dan beliau berkata kembali “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali untuk ketiga kalinya dan Rasulullah tetap berkata “Suruh dia minum madu” , kemudian laki-laki itu kembali dan berkata “ Sudah saya lakukan ya Rasulallah”, kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda “Allah telah menyampaikan yang benar, tetapi perut saudaramu berbohong, suruh dia minum madu”. Kemudian laki-laki itu meminta saudaranya untuk kembali minum madu dan dia sembuh.

tentang madu sebagai obat batuk bisa baca berikut ini :


Batuk, bersin, hidung meler, pilek dan infeksi paru-paru lainnya sangatlah umum pada musim pancaroba yang sulit ditebak saat ini.
Untuk melawannya, banyak orang menelan pil dan sirup, yang dipercaya  dapat menyembuhkan masalah hidung, meringankan sakit tenggorokan, mengurangi batuk dan meningkatkan kualitas tidur.


Namun bukti lebih lanjut menunjukkan bahwa obat-obatan tidak selalu ampuh. Lebih buruk lagi, berbagai obat memiliki efek samping yang tidak baik, bahkan berbahaya, terutama untuk anak kecil.
Itu sebabnya, banyak dokter sekarang ini menganjurkan resep kuno untuk pasien batuk mereka, yakni madu.


"Madu telah digunakan selama ratusan tahun sebagai pengobatan tradisional pada berbagai tempat di dunia. Kami pikir, akan sangat beralasan untuk mengujinya” kata Ian Paul, seorang dokter anak di Rumah Sakit Pennsylvania State University, Hershey, Amerika Serikat.


Batuk yang Membandel


Paul termotivasi untuk mencoba madu, karena  dewasa ini, mengobati batuk pada anak telah menjadi persoalan umum. 

Batuk merupakan cara tubuh untuk membersihkan saluran udara yang teriritasi, dan membantu bernafas.
Tetapi, batuk yang terlalu banyak, dapat menimbulkan iritasi pada paru-paru dan tenggorokan yang lebih parah. Pembersihan ini juga mengganggu tidur, yang sangat dibutuhkan dalam proses penyembuhan. Untuk meringankan penderitaan anak-anak mereka, orang tua sering kali memberikan obat batuk dalam bentuk sirup.


Pada 1997, Akademi Dokter Anak Amerika memperingatkan bahwa Codeine Dan
dextromethorphan (DM), yakni dua dari empat bahan umum pada obat batuk, tidak menyembuhkan sakit yang diderita anak. Codeine and DM hanya bekerja untuk memblokade pesan batuk dari otak ke tubuh.


Obat yang tidak bekerja, berperan buruk bagi kesehatan. Obat batuk dan pilek juga dapat menyebabkan efek samping yang serius, termasuk kantuk, hiperaktif, halusinasi, pusing, muntah, jantung berdebar dan lainnya. Ratusan anak berakhir di rumah sakit setiap tahunnya. Beberapa diantaranya bahkan meninggal  setelah tanpa sengaja meminum obat batuk yang berlebihan.


Uji Coba Obat


Karena frustasi akan kurangnya kajian terhadap obat, Paul memutuskan untuk mencobanya sendiri. Beberapa tahun yang lalu, Paul dan teman kuliahnya merancang studi yang melibatkan 100 anak-anak, yang mengalami batuk dan gejala pilek lainnya. Semuanya berumur diantara 2 - 18 tahun.


Peneliti membagi anak-anak menjadi 3 kelompok. Sebelum tidur, 1 kelompok anak-anak meminum sirup yang mengandung DM.
Kelompok ke 2, menerima sirup yang mengandung bahan obat batuk umum bernama diphenhydramine (DPH).
Kelompok ke 3 meminum sirup placebo, yakni sirup biasa tanpa kandungan obat. Pada eksperimen medis, obat palsu ini disebut placebo. Dengan membandingkan pasien yang memium obat sungguhan dan mereka yang meminum placebo, dokter dapat melihat efektivitas dari obat.
Baik anak-anak dan orang tua semuanya tidak mengetahui mengenai sirup-sirup yang diminum tersebut.
Orang tua menjawab 5 pertanyaan tentang gejala anak-anak mereka, pada malam sebelum  dan sesudah sirup diminum. Hasil menunjukkan, anak-anak yang menerima sirup tanpa obat medis mengalami peningkatan kondisi yang sama dengan mereka yang meminum obat medis.
Paul dan teman-temannya mempublikasikan hasil tersebut pada tahun 2004.

 Akhir Oktober, Badan Makanan dan Obat-Obatan Amerika mengevaluasi semua data, termasuk hasil penelitian Paul, dan memutuskan bahwa orang tua seharusnya tidak memberikan obat batuk kepada anak-anak dibawah usia 6 tahun.
Pada waktu yang sama, perusahaan obat-obatan menghentikan penjualan bahan tersebut untuk konsumsi anak-anak.

 Paul mengetahui bahwa berita tersebut akan membuat orang tua cemas. Dia pun merasakan hal yang sama.
"Sangat sulit bagi saya, sebagai seorang dokter, untuk memberitahu orang-orang bahwa obat tidak lebih baik dari placebo (bukan obat), karena mereka tidak punya solusi yang lain,” katanya.


Pada pencariannya, Paul menemukan efek penyembuhan madu. Ribuan tahun yang lalu, Dokter di Mesir, misalnya, menggunakan madu untuk mengobati luka, batuk dan sakit sendi.

 Paul juga menemukan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan madu sebagai obat pelega tenggorokan, walaupun tidak ada bukti sains mengenai keefektifannya.
"Madu tidak membahayakan, mengapa tidak mencari tahu bila madu dapat membantu?

" pikir Paul.
Dia merancang penelitian berikutnya sama seperti yang sebelumnya. Pada waktu tidur, 105 anak-anak yang sakit dibagi menjadi 3 kelompok, yakni meminum sirup DM, meminum madu Buckwheat, dan tanpa penanganan.
Kali ini, survei menunjukkan anak-anak yang menelan 2 sendok teh madu Buckwheat, tidur lebih baik dan mengalami lebih sedikit batuk dibandingkan 2 kelompok lainnya. Orang tua mereka tidur lebih nyenyak juga.


Tapi yang patut diperhatikan, madu tidak aman untuk anak di bawah 1 tahun karena bisa menyebabkan botulisme. Namun hasil penelitian meyakinkan Paul untuk merekomendasikan madu dengan khasiat mengurangi batuk bagi anak di atas 1 tahun.


"Ketika orang tua ingin memberi sesuatu pada anak-anaknya, madu tampaknya merupakan pilihan terbaik,"

 kata Paul.
Kenapa madu?


Orang-orang berpikir bahwa madu adalah pengganti gula yang enak pada teh, pemanis di atas peanut butter dan sandwich pisang. Jadi apa yang menjadikan pemanis ini memiliki efek penyembuhan? 


"Pada satu sisi, kekentalan madu membantu melapisi dan melegakan tenggorokan," kata Katherine Beals,  seorang pakar makanan di University of Utah, Salt Lake City.
Katherine juga menjabat sebagai konsultan nutrisi untuk Badan Madu Nasional, grup pendukung madu, yang membiayai penelitian Paul terakhir.
"Antioksidan yang terkandung dalam madu mungkin juga menjadi jawaban," ujar Beals. Antioksidan  ditemukan juga pada makanan seperti blueberry (sejenis arbei), bayam dan cokelat. Antioksidan ini mampu melindungi sel kita dari kerusakan.


Hasil kajian menunjukkan bahwa setelah meminum madu, tingkat antioksidan pada tubuh mengalami peningkatan. Semua madu mengandung antioksidan, tetapi tipe madu tertentu mengandung antioksidan dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang lain. 


"Ada lebih dari 300 tipe madu," kata Beals.
Menurutnya warna, aroma dan manfaat kesehatan tergantung pada tipe bunga yang lebah madu hinggapi. 

Kebanyakan madu, yang dibeli di toko grosir di Amerika Serikat, dibuat oleh madu yang hinggap di pohon semanggi. Madu yang lebih gelap, seperti tipe buckwheat yang digunakan Paul pada penelitiannya, umumnya punya antioksidan yang lebih tinggi dibanding yang lebih encer, termasuk tipe semanggi.
Madu memiliki efek kesehatan yang lain. Setidaknya, beberapa jenis madu mampu membunuh mikroba yang menginfeksi. Satu jenis madu dari Selandia Baru telah terbukti baik untuk digunakan pada luka, dengan dioleskan pada kulit. Menurut Beals, tidak ada bukti bahwa mengkonsumsi madu akan mencegah pilek.
"Tetapi jika tenggorokanmu sakit dan mengalami batuk secara terus menerus, madu dapat membuatmu lebih baik. Sedikit pemanis pastinya membuatmu lebih gembira!" jelasnya. (Erabaru/wid)

Sumber :
RumahMadu
EraBaru

Rabu, 24 November 2010

Kajian Kitab : -Big Spirit and Desire from Knowledge Seekers of Salaaful Ummah- By : Ust. Yusran Anshar, Lc

Kajian Kitab : -Big Spirit and Desire from Knowledge Seekers of Salaaful Ummah- By : Ust. Yusran Anshar, Lc

oleh Anggun Widiatri pada 24 November 2010 jam 21:48
HIMMAH ‘ALIYAH 
(dr. Ismail Muqaddam)
Penulis buku adalah seorang ahli bedah yang tetap menuntut ilmu, tamassuk di dalam dien dan mendakwahkan ilmunya kepada ummat.  Banyak ilmuwan-ilmuwan, para dokter yang seperti ini di negara-negara muslim, seperti dokter Raghib penulis buku Misteri Shalat Subuh. Ini bukti bahwa sambil menuntut ilmu dunia, bekerja untuk ummat, mereka pun tidak pernah lupa akan kewajibannya menuntut ilmu dien-pertama dan utama- kemudian mendakwahkannya melalui pena-pena mereka. Buku ini menjelaskan tentang Bagaimana himmah/ kemauan yang besar para salaf dalam menuntut ilmu dien.
1.      Mereka adalah orang yang paling fokus menuntut ilmu
Dijelaskan di dalam buku ini, bahwa Hadi bin Hatim,menuntut ilmu sejauh 4000 km sambil berjalan kaki, hanya sekedar untuk menuntut ilmu dien mereka tidak mengenal lelah untuk melintasi berbagai negeri untuk mendapatkannya.
2.      Mengulang-ulang pelajaran/ Mudzakarah
Mereka, para salaf kebiasaannya adalah melakukan mudzakarah/ mengulang-ulang pelajarannya. Utamanya pada saat setelah shalat Isya hingga mereka tersadarkan dengan terdengarnya adzan subuh.
Bagaimana mereka mengulang-ulangnya?
Imam Bukhari, seorang periwayat hadits shahih yang paling masyhur. Beliau setiap malam berbaring, namun ia tidak tidur. Jika teringat sesuatu, beliau kembali menyalakan pelitanya;(tidak semudah menyalakan lampu) kemudian menulis. Kemudian beliau kembali lagi berbaring. Begitu seterusnya hingga 20 kali beliau mengulang-ulang mengikat ilmunya setelah ia mendapatkan ilmu.
Fathimah, anak dari Imam Syafi’i menceritakan, “Aku menyalakan pelita untuk ayahku setiap harinya sebanyak hampir 70 kali”
Urwah bin Zubair, seorang tabi’ien yang mulia- kemenakan Aisyah radhiyallahu ‘anha- melakukan mudzakarah/ mengulang-ulang ilmunya dengan mendatangi budaknya.
Beliau pun menyebut : haddatsana...wa haddatsana..hingga selesai beliau menyebutkan hadits yang beliau hapalkan.
Kemudian budaknya bertanya : Maa li ha? (Apa maksudnya?)
Beliau pun berkata : “Aku tahu, kamu tidak mengerti, namun aku hanya ingin menghapalkan  ini...”
Para salaf juga biasanya melakukan mudzakarah/ mengulang-ulang seperti menghapalkan pelajarannya dengan mengangkat suaranya.
Ada juga kisah dari salah seorang shahabat, waktu ziarah kubur di malam hari (inilah kebiasaan para shahabat; melakukan ziarah kubur untuk mengingat mati). Beliau mendengarkan suara orang yang membaca hadits. Ternyata beliau melihat Ibnu Zubair yang mengulang-ulang/ mudzakarah dari yang telah diajarkan oleh gurunya, Imam A’masy sebelumnya.
Syaikh Imam Ahmad Al-Hambali telah menelaah kitab Al-Mughni dan menamatkan menghapalkannya sebanyak 23 kali.
Imam Abu Dawud : Beliau mengimla’kan/ menceritakan hadits kepada orang yang belajar kepadanya sebanyak 40.000 hadits beserta perawi-perawi, sanad yang lengkap tanpa membaca kitabnya lagi.
Abu Ar-Razy mengatakan “Hapalanku 200.000 hadits sebagaimana orang menghapalkan surah Al-Ikhlas” (sangat mudah bagi beliau untuk mengimla’kannya).

3.      Mereka sangat mencintai buku karena cintanya kepada Ilmu.
Para salaf sangat mencintai buku, harta-harta mereka dihabiskan untuk mengoleksi kitab-kitab. Tidak hanya mengoleksi namun mereka menelaah dan menghapalkannya. Imam Az-Zuhri, tabi’ien yang merupakan murid dari Aisyah radhiyallahu ‘anha memiliki 100.000 kitab yang beliau beli dari seluruh negeri.
Istrinya mengatakan : Buku-bukunya lebih aku cemburui daripada tiga madunya (istri-istrinya) yang lain.
Sebagaimana Imam An-Nawawi, belum sempat menikah di dunia. Beliau khawatir jika ia menikahi wanita maka wanita tersebut tidak akan tahan kepadanya. Karena rasa cintanya kepada ilmu.
Namun ini bukanlah sesuatu yang menjadi patokan. Semampu kita, sebaiknya dapat mengumpulkan sebanyak-banyaknya kebaikan. Rasulullah dan para shahabat juga menikah dan tetap menuntut ilmu, menyelaraskan hak-hak pada dirinya.
Ada juga seorang ulama yang rela menjual pakaiannya agar dapat membeli buku. Beliau menjual pakaian yang dimilikinya, kemudian ditukarkan untuk membeli kitab.
Imam Ahli Tafsir, Ibnu Jarir Ath-Thabari, setiap hari menulis kurang lebih 40 lembar untuk melakukan mudzakarah/ mengulang-ulang ilmunya.
Sebagaimana juga Imam Baihaqi, yang menulis ribuan juz dari kitab-kitab yang dipelajarinya.
4.      Semangat menuntut Ilmu itu tidak berada di usia muda, namun hingga di ujung usia mereka.
Ibnul Jauzi, di usianya ke 80 tahun, beliau mendalami ilmu qiraah. Ilmu qiraat adalah yang paling rumit karena mengandung banyak jenis-jenis qiraat di didalamnya dan kita harus menghapalkan al-quran/ menjadi hafidz Al-Quran terlebih dahulu.
Imam Ath-Thabari, menjelang sakaratul maut beliau banyak didatangi oleh orang-orang di rumahnya. Suatu saat ia mendengar salah seorang berdoa, dengan doa yang beliau belum pernah dengar sebelumnya. Maka beliau berkata “Berikan aku kertas! ” Orang-orang pun bertanya, “Apa yang akan engkau lakukan? Padahal engkau sedang dalam keadaan sakit” Beliau pun berkata “Tidak bisakah aku menuntut ilmu /mencatat ilmu di ujung usiaku?”
Murid dari Abu Yusuf, di ujung usianya beliau dikunjungi oleh orang banyak. Beliau masih sempat berdiskusi dalam masalah khilafiyah/ perbedaan pendapat dalam agama. Beliau mengajak orang lain berdiskusi, memberikan pemaparan pendapat yang satu dan lain, kemudian beliau mengatakan, “...namun menurutku yang rajih adalah seperti ini...” . Kemudian yang mendengarkan beliau pun meng-iyakan perkataan beliau. Belum sampai di ujung pintu rumah beliau, beliau rahimahullah pun wafat.
Imam Ahmad berkata : Ma’al Ma’barah Ilal Maqbarah (Dengan alat tulis/ pena kita masuk ke alam kubur).
Hasan Al-Basri berkata : Siapa yang mendahuluimu dalam urusan dien, maka kejarlah; kalahkan dia. Namun siapa yang mendahuluimu dalam urusan dunia, maka lemparkanlah dunia ke lehernya (biarkanlah ia).
Begitulah para salaf dalam urusan dien maka mereka sangat mencintai ilmu dengan kecintaan yang lebih dibandingkan hanya untuk mendapatkan kenikmatan dunia.

5.      Mereka sangat takut kepada Allah.
Sufyan Ats-Tsauri, seorang ahli ibadah, dikatakan bahwa beliau adalah seorang yang seperti berada di atas perahu yang hampir tenggelam. Yakni beliau senantiasa merasa takut...Lisan beliau selalu mengatakan : “Ya Rabb, sallim, sallim...”(Ya Tuhan, selamatkan aku, selamatkan aku...)
Sejenak kita melihat mereka yang begitu dekat dengan ilmu, namun sangat takut dengan keadaan dirinya kepada Rabbnya. Jangan sampai kita menjadi Ghuruur/Tertipu dengan diri sendiri. Kita sebagai aktivis dakwah atau penuntut ilmu yang biasa mendatangi ta’lim, atau penghafal Al-quran merasa paling shaleh sendiri, karena bisa berijtihad dengan ibadah,  hingga merasa lebih baik dibandingkan yang lain bahkan merasa cukup dengan amalan-amalan kita. Wal iyaadzu billah.
Salah seorang ulama salaf mengatakan : Cukuplah rasa takut adalah tanda berilmunya seseorang, dan cukuplah rasa ghuhur (tertipu dengan diri sendiri) adalah tanda orang yang jahil (bodoh).
Ibadurrahman adalah mereka yang lama sujud dan ruku’nya dan senantiasa berdoa : “Rabbana ‘asrif anna ‘adzaaba Jahannam” (Ya Tuhan kami, jauhkan kami dari adzab/ Siksa neraka Jahannam...)
Istri dari Umar bin Abdul ‘Aziz mengatakah : “Sejak beliau mengambil tampuk kepemimpinan , suamiku tidak pernah melakukan mandi janabah..”
Beliau tidak sempat lagi beristirahat, bersenang-senang bersama keluarganya semenjak memegang kekhalifahan. Tidak pantas bagi beliau bersenang-senang dalam beristirahat sedangkan kemudian umat merasakan penderitaan. Sekarang di zaman sekarang, betapa banyak orang yang mencari jabatan agar mereka bisa bersenang-senang, mudah membeli materi dan beristirahat di atas kasur-kasur yang empuk di dalam rumah mereka yang mewah beserta fasilitas-fasilitasnya.
Seperti juga yang terjadi pada Sulaiman At-Taimi, orang-orang mengatakan : “Tidaklah kami mendatanginya, kecuali yang dilakukannya adalah beribadah kepada Allah. Kami pasti tidak mendapatinya kecuali dalam keadaan shalat, atau dalam keadaan berwudhu, atau sedang mengunjungi saudaranya, atau sedang duduk di dalam masjid. Hingga kami mengira ia tidak tahu bagaimana bermaksiat kepada Allah”

6.      Mereka adalah kaum yang senantiasa berlomba-lomba dalam mendapatkan Shaf Terdepan dalam Shalat Jama’ah.
Sufyan As-Sakir. Beliau tidak pernah meninggalkan shaf pertama di masjid selama 40 tahun.
Salah seorang imam (saya lupa mencatatnya.red), beliau memimpin shalat Jama’ah selama 60 tahun tanpa melakukan sujud sahwi. Semua orang takjub atas kemampuan beliau dalam mengimami shalat. Beliau hanya mengatakan : “Tidak pernah aku masuk ke masjid kecuali hatiku aku khususkan hanya kepada Allah”
Inilah salah satu adab mereka dalam memasuki masjid. Mereka berusaha mempersiapkan diri mereka untuk khusyu’ mengingat Allah.
Salah seorang shahabat Rasulullah, setiap kali beliau hendak berwudhu maka wajahnya selalu pucat. Shahabat lain pun bertanya kepadanya? Apa yang terjadi pada dirimu? Beliau pun menjawab : “Tahukah kamu, kepada siapa kita akan menghadap? ”
Kita biasanya sudah merasa takut jika akan menghadap penguasa, kepada guru/ dosen kita, pembimbing kita, atau siapa saja yang menjadi orang yang kita segani. Namun bagaimanakah perasaan kita ketika akan menghadap Rabb yang telah menciptakan kita?
Semoga kecintaan kita dengan amalan-amalan mereka menjadikan kita menjadikan setidaknya, salah satu amalan tersebut menjadi bagian dari diri kita. Lakukanlah amalan itu, bukan untuk diakui orang lain bahwa kita Sunni atau disebut Salafi. TAPI DENGAN NIAT KEPADA ALLAH dan azzam yang kuat, bahwa kita berusaha untuk mengikuti dan mendekati amalan-amalan para salaf karena MEREKA ADALAH GENERASI YANG DIMULIAKAN DAN DICINTAI ALLAH. Sebagaimana Ibrahim Al-Harbi, murid dari Imam Ahmad, beliau mengatakan : “Setiap kali aku melihat beliau (Imam Ahmad), maka beliau hari ini pasti lebih baik daripada kemarin ”
Sehingga, semoga kita yang masih harus terus belajar dan meneladani mereka,  selalu berusaha dan senantiasa berdoa agar tetap memperbaiki, dan memperbaharui niat dan amalan-amalan kita agar tetap ikhlas dan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi wa Sallam. Wallahu Ta’ala A’lam.
was staring the sunset when i flight on the sky

Senin, 22 November 2010

9 Cara Mengasuh Anak Secara Positif



Cara Mengasuh Anak Secara Positif - Taukah anda bagaimana Cara Mengasuh Anak Secara Positif sehingga anak tidak salah jalan? Berikut ini tips rahasia cara mengasuhan anak secara positif dan baik.

1. Untuk membesarkan anak yang sehat dan bahagia, ajarilah anak untuk mencintai dan menyayangi dirinya sendiri.

Caranya : Perhatikan diri Anda sendiri terlebih dahulu. Selalu sediakan waktu bagi diri Anda pribadi di tengah kesibukan harian Anda. Sediakan waktu bagi Anda untuk olahraga dan merawat diri, juga meluangkan waktu bagi pengembangan pribadi Anda. Sadarkah Anda bahwa orangtua yang tidak menghargai dirinya sendiri akan membesarkan anak dengan sifat serupa!

Cara Mengasuh Anak
9 Cara Mengasuh Anak Secara Positif

2. Luangkan waktu yang berkualitas setiap hari.

Talmud berkata "Setiap helai rumput punya malaikat yang membungkuk di atasnya dan berbisik,'Tumbuh, tumbuh'." Pemberian terindah dari orang dewasa adalah menjadi malaikat itu bagi seorang anak yang istimewa. Tunjukkan betapa Anda sungguh bergembira atas kehadirannya. Jadilah 'Ahli Gembira' bagi putra-putri Anda. Ubahlah waktu mengerjakan tugas harian menjadi momen yang berharga dan istimewa. Bernyanyi, memeluk, berbagi tawa dan cerita dapat membuat saat-saat biasa menjadi tak terlupakan.

3. Jadilah pendengar yang baik.
Hal ini bukanlah hal yang mudah bagi orangtua. Betapa sering orangtua menyela dan sibuk dengan nasehat-nasehat bahkan pada saat anak belum selesai berbicara? Simpanlah kekuatiran-kekuatiran Anda pada saat mendengarkan. Cobalah untuk mendengarkan anak Anda sepenuhnya tanpa menghakimi. Anda perlu menahan diri untuk tidak memikirkan atau memberikan pendapat Anda sendiri. Dengarkan mereka dengan hati yang terbuka dan penyayang. Lupakanlah diri Anda dan tempatkanlah diri Anda pada sudut pandang anak Anda. Ajukan pertanyaan-pertanyaan sebagai ganti dari memberikan pendapat. Cara orangtua mendengarkan tanpa menghakimi akan membuat anak merasa diterima dan dimengerti.

4. Seringlah tertawa, sebab kegembiraan itu menular!

Anggaplah pada saat ini diri Anda terpilih untuk melakukan tantangan '30 hari tersenyum bersama keluarga! Anda akan menyaksikan keajaiban dari
kegembiraan dan kasih sayang yang Anda bawa kepada orang-orang di sekitar Anda. Buatlah momen sehari-hari menjadi luar biasa berkat kegembiraan dan semangat yang Anda bawa ke dalamnya.

5. Berilah pengakuan dan penghargaan.
Latihlah mulai dari diri Anda sendiri untuk memberikan penghargaan terhadap setiap keberhasilan, bahkan yang paling kecil sekalipun, yang telah Anda lakukan hari ini. 'Pagi ini saya berhasil bangun lebih pagi untuk berolahraga', 'Setelahnya saya berhasil menyiapkan sarapan dan mengantarkan putra saya ke sekolah tanpa terlambat', 'Hari ini saya berhasil sabar menghadapi putra saya'. Ajarlah diri Anda untuk memberikan penghargaan yang tulus atas tugas-tugas sederhana yang Anda berhasil Anda selesaikan.

Penghargaan ini akan memberi semangat baru dalam hidup Anda untuk menjalankan tugas yang lebih besar. Luangkanlah waktu 5 menit bagi diri Anda setiap harinya untuk memikirkan dan menuliskan kesuksesan-kesuksesan yang telah Anda raih hari ini. Rasakanlah bagaimana hidup Anda berubah, nikmatilah semangat baru yang mengisi setiap kegiatan Anda.

Bagikanlah penghargaan ini juga kepada anak-anak Anda. Berikanlah pujian, pengakuan dan penghargaan yang tulus kepada mereka. Ingat, penghargaan yang baik menekankan pada tindakan, bukan pada prestasi yang dicapai. Ungkapkan penghargaan Anda secara antusias, sungguh-sungguh, dan penuh cinta. 'Horeee…putriku ingat membereskan tempat tidur. Hip, hip, horee…ia bahkan membantu ibu menyapu lantai!' Berikan pelukan terbesar yang dapat diterimanya. Pengakuan dan pujian yang tulus mempunyai kekuatan untuk mengubah!

6. Disiplinkan anak dengan hormat.
Ajarkanlah anak turut bertanggung jawab atas tugas-tugas rutin dalam rumah tangga. Anak yang secara aktif turut dilibatkan dalam tugas rutin dalam rumah tangga pada masa dewasanya akan memiliki rasa tanggung jawab yang lebih besar. Perbaiki kesalahan mereka dengan kelembutan namun Anda harus terus-menerus konsisten. Berikan konsekuensi yang wajar dari pelanggaran dengan tujuan untuk mengajarkan tanggung jawab.

Janganlah memarahi apalagi mempermalukan anak di depan orang lain atas kesalahan yang mereka perbuat. Ajaklah mereka ke tempat sepi untuk berbicara hanya empat mata dengan Anda. Berikan pengertian sejelas-jelasnya mengapa tindakannya salah. Mintalah anak meminta maaf bila ia berbuat salah. Anda pun perlu meminta maaf kepada anak di saat-saat Anda bersalah atau melalaikan janji Anda kepada mereka. Disiplinkanlah anak tanpa menunjukkan kuasa dan kemarahan Anda, maka anak akan belajar tumbuh dengan pengendalian diri yang tinggi. Sampaikan pesan kepada mereka bahwa meskipun perilaku mereka masih perlu ditingkatkan, namun Anda sebagai orangtua tetap menyayangi dan menyukai mereka.

7. Berilah ruang bagi putra-putri Anda untuk melakukan kesalahan.
Ingatlah, bahwa setiap orang, apalagi seorang anak, berhak untuk melakukan kesalahan. Kesalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran. Temukanlah kebaikan dalam kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan, maka anak Anda akan belajar untuk berani berjuang menghadapi tantangan dan resiko.

8. Jalani hidup Anda dengan nilai-nilai yang pasti: kejujuran, tanggung jawab, dan semangat saling membantu.

Tunjukkanlah dalam keseharian Anda bagaimana Anda selalu konsisten dengan nilai-nilai ini. Libatkan juga putra-putri Anda dalam kegiatan sosial yang secara rutin Anda lakukan. Putra-putri Anda pun akan tumbuh dengan karakter positif yang kuat dalam diri mereka.

9. Fokuskanlah perhatian Anda pada hal-hal yang berjalan benar.
Milikilah keyakinan yang meneguhkan keluarga Anda di saat-saat sulit. Anak-anak Anda akan belajar menjadi pribadi yang optimis dan bersyukur setiap hari. Latihlah sikap positif dengan menemukan hal-hal positif dalam setiap hari Anda dan bersyukurlah atasnya selalu. Cintailah anak Anda dengan tulus tanpa syarat, dan ungkapkanlah besarnya kasih sayang Anda tersebut kepada mereka. Anak yang berada dalam kasih sayang yang tulus akan tumbuh dengan lebih bergembira, percaya diri, menyenangkan, serta dapat diandalkan. 
 
http://www.forumkami.com/forum/keluarga-ibu-anak/49956-9-cara-mengasuh-anak-secara-positif.html

MENGHADAPI ANAK PEMARAH

oleh KORAN FESBUK pada 22 November 2010 jam 17:30
Ada sedikit tips dan trik untuk menghadapi kemarahan anak dengan melihat penyebab dan sumber kemarahan anak.

A. Jika anak marah karena JANJI PADA ANAK YANG TIDAK DITEPATI, berikut CARA TIPS & TRIK BERJANJI SECARA BIJAK :
1. Ketika membuat janji sebaiknya gunakan konsep waktu yang jelas. Bila perlu tunjukkan kalender kepada anak dan beritahu kapan kita bisa menepati janji. Jangan gunakan kata “nanti” karena dapat diartikan si anak hari ini atau besok.
2. Sebaiknya jangan mengobral janji pada anak yang belum tentu dapat kita tepati. Pikirkan dulu baik-baik ketika akan membuat janji pada anak.
3. Jangan menjanjikan sesuatu agar si anak berhenti menangis atau berhenti bertingkah nakal, karena anak akan cenderung mengulanginya lagi untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya.
4. Buat reminder atau catatan janji kita pada anak, perlakukan mereka seperti klien kita di kantor bahkan jadikan mereka klien utama anda.

B. Jika anak marah karena MENCARI PERHATIAN, berikut CARA TIPS & TRIK MENGHADAPI MEREKA :
1. Memeluknya dan mengungkapkan kata sayang pada anak adalah ungkapan paling mudah yang dapat diartikan anak sebagai wujud kasih sayang orangtua.
2. Tetap bersikap tenang, jangan panik dan buru2 memenuhi keinginan mereka ketika sedang marah, jika tidak kemungkinan besar anak akan mengulangi perilaku marah mereka.
3. Menggoda dengan humor dan menggelitik anak, sambil menanyakan mengapa mereka marah. Terkadang cara ini cukup berhasil.
4. Hindari kata “tidak” dan “jangan” pada anak. Gunakan suara tenang jangan berteriak dan bernada marah.
5. Sampaikan pada anak ada cara lain yang lebih baik untuk memperoleh perhatian, saat menyampaikan ini usahakan anda dekati mereka posisikan diri anda sejajar dengan anak dan lakukan kontak mata. Berikan pujian positif apabila anak menuruti anda dan berperilaku baik.
6. Sampaikan pada anak untuk bersikap sabar, apapun yang mereka inginkan perlu waktu dan usaha. Dan beri pujian bila ia mampu untuk lebih bersabar.
7. Berikan timeout dengan membiarkan anak untuk menenangkan diri disuatu ruangan yang tenang. Jangan pernah mengatakan “masuk kamar sekarang, dan jangan keluar sampai kamu perbaiki tingkah lakumu !”, cukup katakan pada mereka “tenangkan dirimu dulu jika merasa lebih baik baru kita bicara”.

C. Jika anak marah karena DIPAKSA DISIPLIN, berikut CARA TIPS & TRIK MENUJU DISIPLIN YANG EFEKTIF :
1. Untuk mengubah perilaku buruk anak, orangtua juga harus mengetahui motivasi dibalik tingkah lakunya. Misalnya karena bosan, cari perhatian, balas dendam atau ingin unjuk kekuatan.
2. Tentukan batasan yang jelas pada anak apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dengan detil.
3. Terapkan batasan atau aturan tersebut pada setiap anak dalam keluarga termasuk orangtua.
4. Konsekuensi disiplin yang sama seperti kasus sebelumnya. Tanpa konsekuen dalam disiplin akan membingungkan anak.
5. Jangan memberi disiplin dimuka umum akan membuat anak malu dan marah, bicarakanlah berdua saja dengan anak.
6. Dibutuhkan ketegasan orangtua dalam menerapkan disiplin, namun jangan melakukannya dengan berteriak dan membentak anak. Sampaikan semuanya dengan tenang tapi jelas.
7. Jangan pernah menghukum anak secara fisik seperti memukul.
8. Berikan sanksi segera setelah anak melakukan kesalahan jangan pernah menundanya, hal ini akan membuat anak mengira orangtua tidak sungguh-sungguh menerapkan disiplin.
9. Orangtua perlu melakukan pengawasan sejauh mana anak bersungguh-sungguh menjalankannya.
(KF/AA/idshvoong)